My Blog List

Sunday, July 18, 2010

Komunitas Anak Kereta

Seperti yang diketahui, kereta merupakan alat transportasi masal. Dan merupakan salah satu alat transportasi utama angkutan darat yang penggunanya terdiri dari berbagai kalangan. Tidak sedikit para pekerja yang menggunakan kereta sebagai alat transportasi menuju tempat kerjanya. Selain memakan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan angkutan umum lainnya, dengan menggunakan kereta para pengguna kereta juga dapat menambah teman dan bergabung dengan pengguna kereta lain hingga membentuk suatu komunitas. Salah satunya adalah komunitas pekerja.

Peneliti dalam hal ini memilih stasiun Depok sebagai objek penelitian, dikarenakan di stasiun Depok terdapat banyak pekerja yang menggunakan kereta sebagai alat transportasi kerja yang mayoritasnya mereka bekerja di daerah Jakarta. Peneliti memperoleh informasi dan mengamati fenomena ini dengan dibantu oleh seorang informan yang merupakan salah satu anggota dari komunitas tersebut, dan mereka melabel komunitasnya dengan komunitas Anak Kereta (AnKer) yang terdiri dari para pekerja yang berasal dari berbagai profesi dan usia, anggota dari komunitas ini dasarnya berusia 20-50 tahun. Umumnya mereka adalah pegawai pekantoran yang bekerja di daerah Jakarta. Komunita tersebut berkumpul di dalam gerbong 3 AC ekonomi tujuan Depok-Tanah Abang yang rutinnya mereka bertemu pada hari kerja yaitu dari senin hingga jumat pada pukul 07.00 pagi.

Komunitas ini tidak didirikan secara resmi, anggota-anggota dari komunitas ini tergabung dalam waktu yang berbeda, ada anggota yang baru tergabung sekitar 6 bulan yang lalu ketika sedang mengikuti magang di sebuah perusahaan di Jakarta dan menggunakan kereta sebagai alat transportasi kerja. Tetapi juga terdapat anggota yang telah tergabung kurang lebih selama 5 tahun. Keuntungan yang dirasakan oleh anggota komunitas ini adalah dapat memperbanyak teman dari berbagai kalangan, profesi maupun usia dan juga dapat memperluas pengetahuan karena mereka dapat saling bertukar pengalaman. Motivasi yang mendorong mereka untuk tergabung dengan komunitas kereta ini adalah ingin mendapat banyak teman dan memperluas pergaulan yang bersifat positif. Dan setiap anggota dapat mengajak atau membawa temannya untuk bergabung ke dalam komunitasnya.

Kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan oleh komunitas ini ketika berkumpul diantaranya saling bercengkrama, berbagi makanan, sharing dan juga berbagi pengalaman. Selain itu mereka tidak hanya berinteraksi ketika bertemu di kereta, tetapi mereka sering mengadakan kegiatan di luar lingkup itu, diantaranya adalah memancing dan bermain footsal bersama untuk kalangan pria, lalu memasak bersama di hari libur untuk para wanita dan juga mengadakan arisan untuk kalangan pria maupun wanita. Selain itu mereka juga pernah mengadakan wisata dengan mengajak keluarganya agar saling mengenal satu sama lain. Mereka juga mengadakan kegiatan pengajian yang rutin diadakan tiap bulan. Kegiatan-kegiatan tersebut dirasakan mereka dapat menghilangkan rasa jenuh dan lelah setelah bekerja selama sehari penuh. Tidak terdapat struktur pengurus dalam komunitas ini, dan jika ada akan membuat hubungan antar anggota menjadi kaku. Komunitas ini berharap adanya progress yang positif untuk komunitas ini dan terjalin scara terus-menerus.


Komunitas anak kereta ini dapat terbentuk karena adanya faktor ketidaksengajaan yang pada dasarnya masing-masing anggota tidak saling mengenal satu sama lain. Dengan adanya intensitas dan rutinitas bertemu yang cukup sering, mereka menjadi terbiasa bertegur sapa dan akirnya terjalin hubungan pertemanan sehingga terbentuk suatu komunitas.

Komunitas anak kereta ini tidak bersifat mengikat sehingga setiap orang dapat bergabung dan setiap anggota dapat mengajak atau membawa temannya untuk bergabung dengan komunitas AnKer ini. Selain itu, komunitas ini bersifat sosial atau kekeluargaan, karena yang awalnya bermula dari pertemanan dapat terjalin persaudaraan jika salah satu anggota komunitas ini menemukan jodohnya yang juga merupakan anggota dari komunitas tersebut.

Tidak terdapatnya sruktur pengurus dalam komunitas ini disebabkan mereka tidak menginginkan hubungan antar anggota menjadi kaku karena adanya perbedaan status maupun peran yang membuat suasana menjadi tidak nyaman. Yang berbeda dari komunitas ini dengan komunitas yang lain adalah komunitas ini terbentuk karena berawal dengan adanya ikatan persaudaraan.


No comments:

Post a Comment